Minggu, 17 Mei 2015

Pengalaman Ekstrim Berbuah Manis di Pamutusan Island, Pulau Indah di Sumatera Barat

Assalamu'alaikum wr.wb. Pamutusan atau pemutusan sebenarnya adalah daratan dan daratan ini akan tertutupi oleh air laut ketika pasang. Banyak orang menyebutnya adalah pulau, ya sudah kita sebut pulau saja ya :D padahal menurut saya tempat ini bukanlah pulau. Pulau pamutusan terletak di sumatera barat, kira-kira 1 jam dari pantai caroline, telur bayur, Padang. Pantainya sangatlah bersih, pasirnya putih, airnya biru, luar biasa banget ciptaan tuhan ini. Banyak orang dari luar kota yang rela menyempatkan waktunya untuk berkunjung kesini. Nah, karena kebetulan saya berkuliah di Padang, rugi dong jika tak berkunjung ke pulau ini. Akhirnya setelah mengumpulkan niat dan tekad (eeh sebenarnya duit yang penting coy), kami berangkat.

Rute untuk ke pamutusan island yaitu harus ke teluk bayur terlebih dahulu. Kemudian menuju pantai caroline, dari pantai caroline kita bisa menggunakan kapal menuju ke Pulau pemutusan. Biaya kapalnya sekitar 75 ribu per orang, dan itupun karena jumlah kami 10 orang loh. Waktu itu kami berangkat jam 5 sore, sampai jam 6 senja. Kami memang sengaja berangkat jam segitu dan sudah menyiapkan tenda untuk menginap di pantai.

Selfie dulu sebelum berangkat 
In the middle of the journey

Setelah sampai disini, kami beristirahat sebentar sambil menikmati sunseat dan sholat magrib tiba. Ingat ya, disini gak ada azan pake toa, masjid gak ada soalnya hahaha. Yang ada mushala kecil, 2 buah kamar mandi. Setelah masuk waktu magrib, masing-masing kami sholat. Dari kejauhan tampak kapal dengan muatan banyak orang, Wah, Ternyata banyak juga yang bermalam akan bermalam disini. 

Sehari sebelum berangkat kepulau pamutusan, kami sudah memesan tenda untuk menginap. Rencanya mala ini kami akan bakar-bakar jagung. Saya membawa gitar dari kos-kosan dan Alhamdulillah bermanfaat :D, dan banyak cewek cantik pula soalnya, celananya rata-rata diatas lutut hahaha. Setelah bakar-bakar jagung, kami beristirahat, ada yang main kartu, ada yang main gitar, ada yang online. Eh disini Cuma ada sinyal telkomsel dan XL loh, itupun EDGE. Waktu itu, kami melakukan aktifitas sampai jam 2 malam. Setelah itu ada yang tidur, ada juga yang bergadang untuk nonton bola. Waktu itu semi final liga champion, Juventus vs Real Madrid, dan Real Madrid kalah hhahah. Saya sangat susah untuk dapat tidur disini, gatal, banyak nyamuknya. Saya lupa bawa lotion anti nyamuk. (tersiksa sekali :(  ane gan )

Salah satu ulah teman saya ketika malam hari :D

Akhirnya subuh juga, saya bangunkan teman-teman saya untuk shalat shubuh. Setelah itu, kami mandi di pantai, dan alangkah takjubnya saya akan keindahan pantai di pulau pamutusan ini. Rasa-rasa di raja ampat saja :D.

Gitarnya keren yah
Airnya jernih yah...
Fose yang menantang
ada ketua geng yakuza .. ehh
senyum dari lubuk hati yang paling dalam
Selfie di pasir yang indah

Perutpun memanggil dan akhirnya kami tidak tahan lagi menahan kelaparan ini. Oke team persiapkan alat tempur kita ..

Antrian pembagian mies-kin alias mie untuk rakyat miskin (becanda coy)
Ngeri-ngeri sedap kan ? :D
Yang tidak kalah menarik dari pulau ini adalah pemandangan diatas bukitnya yang luar biasa indah, kamu bisa melihat laut dan juga beberapa pulau disekitar pamutusan. Capek mendakinya gak bakal terasa kok dengan keindahan yang akan kamu lihat. 

Nih penampakan dari atas bukit di pulau pamutusan
Sadapp posenya 
Ampunlah, jangan berfikiran negatif ya guys
Hahah adal-ada ulah anak ini
Selfie berame nih

Hari sudah siang, langit mendung, pertanda akan hujan. Kami pun bersegera mempersiapkan diri untuk pulang. Sambil menunggu jemputan kapal, salah seorang teman saya menggoda cewek yang cantik banget.. ayu namanya, haha saya masih ingat. Ayu tesipu malu dan gak mau melihat kearah kami. Akhirnya, jemputan yang ditungg datang juga. Hari sudah hujan, dan kami tidak ingin berlayar waktu hujan, jadi kami katakana kepada pemilik kapal untuk menunggu sebentar.

Karena terlalu lama menunggu, akhirnya kami putuskan untuk tetap berlayar saat hujan (Ngeri banget, ombak tinggi, petir2 menyambar). Sewaktu kami bersiap2 memasukkan barang ke kapal, tiba-tiba datang seorang penjaga pulau pamutusan menghampiri kami. Rupanya setiap pengnjung wajib memberikan dana 15 ribu rupiah untuk uang kebersihan. Waduh, kena palak kami tapi tak apalah karena sudah terbayar dengan pemandangan yang luar biasa heheh.

foto sebelum pulang dari pulau pamutusan
foto sebelum pulang dari pulau pamutusan

Pengalamannya belum sampai disitu. Nah waktu pulang ini yang luar biasa antara hidup dan mati. Kebayang gak berlayar di waktu hujan, kapal tidak memiliki terpal, petir-petir menyambar. Nah, itulah yang kami rasakan, kehujanan, basah kuyup, kapal kami hampir terbalik gara-gara ombak yang besar. Wah mengerikan sekali. Sampai-sampai teman saya mengatakan “cukup sekali ini ajalah aku ke pulau ni, mati konyol pula aku dilaut nanti, aku ndak bisa berenang”. Saya tertawa sambil menahan kedinginan :D . Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. So, bagi kamu yang dari luar sumatera barat, atau yang di sumatera barat sekalipun, yang belum pernah kesini, yuk kunjungi pulau ini. Gak ada ruginya menginvestasikan uang untuk jalan-jalan, pengalamannya tak terlupakan, dari pada uang habis gegara ngisi perut, ujung-ujungnya jadi tit... hahah :D

Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya, wassalamu'alaikum wr, wb,

 
Back To Top