Senin, 19 Desember 2016

5 Tempat Wisata Terbaik di Aceh

Mungkin kata pertama yang terlintas di pikiran anda mengenai Aceh adalah Tsunami. Ya, daerah ini memang pernah diterjang Tsunami pada 26 Desember 2004 silam dan hampir memporak-porandakan Aceh secara menyeluruh. Namun seiring dengan perjalanan waktu, Aceh bangkit dan berkembang sehingga menjadikan daerah ini berkembang walaupun minim di expose. Tidak banyak orang yang mengenal Aceh dari sisi pariwisatanya, padahal di Aceh terdapat banyak objek wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya termasuk Bali. Berikut 5 tempat wisata terbaik yang dapat anda temukan di NAD.

Masjid Raya Baiturrahman


Aceh adalah daerah yang dikenal dengan kentalnya syariah islam. Hal ini tidak dapat dipungkiri sebab Aceh merupakan tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia sehingga diberikan otonomi khusus untuk dapat menjalankan pemerintahan secara konservatif (menjunjung tinggi nilai agama) dan mendapat julukan sebagai negeri Serambi Mekah. Salah satu objek wisata religi yang menjadi destinasi utama pelancong adalah Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada tahun 1622 oleh Sultan Iskandar Muda. Mesjid ini terletak di Banda Aceh dan menjadi pusat dari segala kegiatan di NAD. Dengan luas sekitar 4 Hektar, memiliki 7 kubah, 4 menara dan 1 menara induk, anda akan dibuat terpukau dengan arsitektur dan ukiran yang sangat menarik serta pemandangan dari kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Ustmani yang sangat menyejukkan hati serta mata. Masjid ini juga menjadi saksi bisu akan kedahsyatan tsunami Aceh tahun 2004 lalu, namun atas kuasa Allah SWT bangunan ini tetap berdiri kokoh menjadi tempat berlindung serta evakuasi korban yang berjumlah sekitar 200.000 jiwa.

Pantai Lampuuk

Sebagai daerah yang berada diujung pulau, Aceh juga terkenal dengan banyaknya pantai yang mengelilinginya. Pantai lampuuk, merupakan primadona wisata sebelum terjadinya tsunami. Daerah ini adalah salah satu daerah yang mendapatkan dampak terbesar dari bencana alam tersebut. Butuh waktu hingga setahun untuk memulihkan trauma masyarakat akan pantai ini sehingga dijamah kembali oleh wisatawan.
Berada lebih kurang 15 km dari Banda Aceh, anda akan menemukan Kuta-nya masyarakat Aceh.

Hamparan pasir putih disertai pohon pinus yang rindang akan menyapa anda seketika melihat pantai ini. Dengan melihat ombak lautan biru yang bersih anda akan tergugah untuk melakukan aktivitas air seperti berenang (di tepinya saja ya), bermain banana boat dan selainnya. Jika anda beruntung dan datang diwaktu yang tepat, anda juga dapat melakukan konservasi penyu yaitu pelepasan penyu kelaut. Jika tidak, anda masih bisa melihat penampungan bayi penyu dalam kolam kecil di salah satu area di pantai ini yang sekaligus menjadi wahana edukasi bagi anak-anak dalam upaya pelestarian lingkungan. Nah, bagi anda yang hanya sekedar melepaskan penat, tempat ini juga menyediakan gazebo-gazebo yang pastinya dapat anda gunakan untuk sekedar bercengkrama dan beristirahat sekaligus menikmati syahdunya suara ombak yang mendera pantai.

Pantai Lhoknga

Letak pantai Lhoknga dan pantai Lampuuk sangatlah berdekatakan, sehingga tidak jarang membingungkan pengunjung. Untuk memudahkan anda, letak pantai lhoknga adalah dibelakang lapangan golf Lhoknga sampai ke tepi laut (melewati Komplek Semen Andalas).Jika di pantai lampuuk anda dapat meninkmati permainan banana boat, maka pantai Lhoknga adalah surga bagi anda pecinta surfing. Dengan tinggi ombak sekitar 1,5-2 meter pantai ini sudah terkenal bagi komunitas internasional dengan ombaknya yang besar dan garang. Bagi anda yang ingin mencoba mempelajari aktivitas surfing tentunya harus waspada sebab pantai ini terkenal dengan arus nya yang kencang dan berputar.


Menjelang malam, sebaiknya anda tidak cepat-cepat meninggalkan pantai ini. Sebab anda akan menyesal untuk tidak melihat sunset (matahari terbenam) yang akan memberikan suasana damai, sunyi dan romantis yang tentunya ini adalah waktu yang tepat bagi anda untuk mengabadikan momen bersama orang-orang tercinta.

Museum Tsunami

Museum Tsunami, adalah sebuah monumen sumbolis terjadinya Tsunami Aceh tahun 2004 yang dirancang oleh arsitektur asal Jawa Barat, Ridwan Kamil (sekarang walikota Bandung). Tempat ini dijadikan wisata edukasi serta tempat perlindungan darurat jika sewaktu-waktu tsunami terjadi kembali.
Pengerjaan bangunan ini memakan waktu 2 tahun dimulai dari tahun 2007 dan diresmikan oleh Presiden SBY pada tahun 2009. Berdasarkan pengalaman pengunjung, di dalam museum ini anda akan merasakan sendiri bagaimana kepanikan para korban yang berjuang untuk menyalamatkan diri dari terjangan ombak besar tsunami.

Dengan luas sebesar 2500m2 dan memiliki 4 lantai, anda akan melihat desain lantai dasar bangunan yang berbentuk rumah tradisional Aceh yang selamat dari terjangan ombak, dan desain atap yang melingkar membentuk gelombang laut, selain itu juga dihiasi dengan gambar orang-orang menari Saman di dindingnya. Museum ini dibuka pukul 09.00 ppagi hingga 16.30 sore.

Saat memasuki museum, anda akan disambut dengan lorong gelap dan sempit di antara dua dinding air yang tinggi yang dapat mengulang kembali memori kelam tsunami. Di salah satu ruangan museum, pada dindingnya anda juga akan dapati nama-nama para korban tsunami baik yang selamat dan tewas. Selain itu, foto-foto serta kisah para korban yang selamat juga dapat anda lihat beserta simulasi elektronik terjadinya tsunami 2004 Desember tersebut.

Pantai Iboih 

Anda pecinta alam bawah laut? Namun terlalu jauh untuk pergi ke Raja Ampat ? Maka pantai Iboih lah jawabannya. Terletak di tepi barat pulau Weh (pantai paling barat di Indonesia), tempat ini akan mempesona anda seketika anda memasuki daerah pantainya. Walaupun sebenarnya hanyalah sebuah pelabuhan akses menuju pulau Rubiah, namun keindahan tempat ini tidak dapat diragukan lagi. Hamparan pasir putih, air laut yang jernih yang dilengkapi dengan gradasi berwarna hijau serta dikelilingi hutan lindung yang asri menjadikan tempat ini sebagai “surga” tersembunyi yang dimiliki pulau Sumatra.

 Di tempat ini, anda dapat menikmati keberagaraman biota bawah laut berupa spesies ikan dan terumbu karang secara langsung bahkan tanpa perlu melakukan penyelaman. Namun, bagi anda pecinta snorkeling, tentunya tidak puas rasanya jika tidak bercengkrama secara langsung, bahkan jika anda beruntung anda akan menemui bayi ikan paus dan tentunya anda harus memastikan terlebih dahulu tubuh anda tidak ada darah. Nah, bagi anda yang tidak mempunyai perlengkapan snorkeling, disini juga tersedia penyewaan snorkeling, cukup dengan merogoh kocek sebesar 45.000. Anda dapat menggunakannya seharian penuh untuk menjelajahi keindahan bawah laut pantai ini.

 
Back To Top